Kamis, April 10, 2008

Kafe Solo

Citos. Warga Jakarta mana yang tidak mengenal Cilandak Town Square atau yang dikenal dengan Citos. Sebagai pilot project, Citos berhasil menangguk kesuksesan sebagai tempat hang out keluarga jika hendak mencari tempat makan yang nyaman dan memberikan suasana hangat.

Untuk menelusuri satu persatu setiap tenan Resto di Citos tidak butuh waktu yang lama. Karena areal nya tidak seluas Mal2 yang sekarang bertebaran di Jakarta. Meskipun resto2 yang ada berjejer di 2 lantai (ground floor & 1st floor) areal Citos ini, sepertinya setiap orang akan dengan mudah memilih dan melongok lebih dulu menu serta interior setiap resto. Sampai kemudian menjatuhkan pilihannya di resto yang benar2 sreg di hati.

Kafe Solo, salah satu resto yang menawarkan menu masakan tradisonal daerah Solo, adalah Resto yang termasuk memiliki pelanggan2 setia. Letaknya yang di lantai 1 dan berada di ujung menuju toilet dan berjejeran dengan toko buku Aksara, tidaklah membuat Resto ini kehilangan penggemarnya.
Di beberapa kali kunjungan ke Resto ini, pengunjungnya hampir selalu memenuhi kapasitas meja yang disediakan. Rata2 mereka adalah para eksekutif muda yang hendak melakukan pembicaraan bisnis dan kurang menyukai suasana Resto yang ramai dan riuh. Sebagian biasanya adalah orang2 yang ingin 'dekat' dengan kampung halaman. Atau para orang2 tua yang ingin kembali ke suasana kampung halaman.

Dengan interior yang dibangun seperti rumah makan khas Jawa Tengah, Resto ini se akan2 ingin menjembatani rasa kangen orang2 Solo yang bermukim di Jakarta dengan tanah kelahirannya.
Matrial dinding yang menggunakan gedhek (jalinan bambu) dan ornamen tempoe doeloe pada kayu membawa kita pada suasana khas daerah.
Meja makan kayu dan bangku kayu panjang yang digunakan juga mengingatkan kita pada rumah makan-rumah makan di kampung.
Suasananya yang tidak berisik dengan pramusaji yang masih berlogat jawa kental dan sopan santun yang khas Jawa Tengah, benar2 membawa kita ke alam Solo dengan segala adat istiadatnya.

Mulanya,jika ke Resto ini, gw lebih suka memesan nasi liwet khas Solo. Sepertinya tidak afdol jika ke Solo kemudian melewatkan nasi liwet keprabon Bu Lemu. Mind setting seperti ini yang membuat gw beberapa kali hanya memesan nasi liwetnya.
Tapi terakhir gw singgah, gw coba untuk melirik menu lain yang kelihatan menarik hati.

Di daftar menu ternyata ada menu Nasi Cobek. Hhmmm... keliatannya patut dicoba. Di dalamnya ada juga terpajang foto tempe mendoan yang keliatannya yummie. so gw juga pesan si tempe mendoan. Minumnya, gw pesan jus standard, kombinasi jeruk dan wortel, no ice dan no sugar.

Sambil menanti pesanan datang, gw masih mencoba mengira2 bentuk sajian nasi cobeknya. Dengan referensi nasi cobek di resto2 lain, gw yakin nasi putihnya akan disanding dengan sambal uleg segar yang porsinya cukup banyak. Warna merah dari cabai segar pasti akan langsung mencuri perhatian.
Tapi gw kecele berat. Yang datang memang nasi putih beserta lauk nya yang disajikan di atas cobek, dan tidak keliatan sama sekali sambal merah segar diantara putihnya nasi.
Rasa penasaran membuat gw langsung mencoba nasi putihnya tanpa menyentuh lauk nya sama sekali. Dan aha!... ternyata nasi putihnya sudah di campur rata dengan ulekan cabai rawit hijau muda dan teri medan. Wuih!.. cukup pedas untuk ukuran "sedang" yang gw sebut setelah pramusaji nya menanyakan ukuran pedasnya sambal sebelum pesanan di lempar ke dapur.
Mak nyussss..... gw suka dengan nasi cobek nya. Enak banget dimakan bareng ayam goreng dan tempe bacemnya.
Berarti gw menemukan menu favorit kedua di Resto ini. Ok banget!

Tempe Mendoan yang keluar belakangan, tampilannya juga sudah cukup menggiurkan dan keliatan enak. Dan gw gak salah tebak, karena tempe nya itu sendiri enak, dan bumbu balutan tempenya juga pas banget. Menggorengnya juga pas banget.
Di colek di kecap yang sudah diberi potongan cabe rawit, tempe mendoan ini menjadi nikmat luar biasa..... Mungkin karena gw termasuk penggemar Tempe Mendoan, jadi begitu ketemu rasa tempe mendoan yang pas di lidah gw, rasanya betul2 Mak Nyusss... (kaya'nya masih lebih enak rasa tempe mendoan disini dibanding dengan yang di kaki lima di Jl. Barito.. )

Harga seporsi nasi cobek plus lauk pauknya Rp 32.500,-, dan untuk Tempe Mendoan yang berisi 4 iris tempe mendoan di tiap porsinya adalah Rp 11.000

Jika ke Citos bosan dengan menu2 modern, kenapa tidak mencoba menu2 di rumah makan ini?



Kafe Solo
Cilandak Town Square lt.1
Jl.TB.Simatupang Kav.7
Jakarta Selatan
Telp. (021) 759 20280



Tidak ada komentar: